Flip Da Skrip dan Perjalanan Yang Menyertainya

Posted on March 16, 2019

3


Untuk kali kedua Elevation Books menerbitkan buku saya (atau tepatnya zine yang disusun seolah-olah seperti buku.) Kali ini saya berkesempatan untuk melakukan proses cicilan sejak tunggakan hutang saya pada hip hop menumpuk atas membuncahnya inspirasi tanpa henti dari musik/kultur itu. Tentunya dengan sedikit harapan bahwa momen-momen inspiratif dan penuh kejutan yang pernah saya dapatkan dari hip hop dapat pula menemukan perjumpaannya dengan beberapa kawan lain yang berbeda generasi.

Flip Da Skrip, meski agak tebal, namun tak lebih dari sekedar berbagi beberapa cerita dan sejumlah ulasan yang saya tulis sejak 2007 lampau. Kurang lebih demikian. Tak pernah terlintas di benak jika dengan buku itu kemudian saya dapat melakukan hal-hal lain yang sebelumnya -bahkan ketika buku itu selesai cetak- sama sekali tak saya rencakan. Salah satunya adalah melakukan ‘tour buku’, dan sungguh, perjalanan tour itu pun merupakan pengalaman yang menakjubkan.

Diawali dengan momen diskusi di Bandung dan Jakarta, pada proses selanjutnya buku itu mengantar saya bertemu banyak kawan-kawan lama dan baru di banyak kota, terlebih kota yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Bertemu dengan banyak sahabat lama di Yogyakarta lengkap dengan kopi arang dan obrolan-obrolannya sampai subuh. Dipertemukan dengan komunitas musik dan literasi generasi baru yang antusias di Magelang, berkesempatan berbagi dengan kawan-kawan di Bali yang memiliki kegelisahan pada persinggungan musik dan aktivisme. Berjumpa dengan pemuda-pemuda yang keluar dari ritme kerja kantoran untuk kemudian membuat kolektif bertani di Purbalingga. Menyaksikan awal resureksi skena hip hop Surabaya dari dekat, menghampiri kembaran skena Bandung di Malang, mendatangi Balikpapan dan menemukan dinamika lain perihal komunitas/skena lokal juga generasi yang tak lagi meneruskan menjadi nelayan dan kemudian bertahan hidup sebisanya termasuk menjadi pengedar narkoba karena pantai didominasi kilang minyak sejak lama.

Di tengah-tengahnya saya sungguh beruntung pula dapat bertemu dan berada di tengah-tengah denyut gerakan akar rumput yang sedang begeliat. Bertemu dan berbagi cerita pengorganisiran dengan kawan-kawan lintas elemen dan komunitas. Dari petani lahan pantai, warga yang menolak tambang, anggota koperasi dan kolektif ekonomi swakelola, rapat warga yang sedang berupaya mereklaim lahan, hingga punks pelapak di jaringan perpustakaan jalanan. Ini pun sebuah bonus tak terduga lainnya, terlebih mengingat Flip Da Skrip adalah buku tentang ‘hip hop’ yang tak hanya sangat terbatas jangkauan pembacanya tapi juga sesuatu yang lumayan berjarak dengan ruang-ruang tersebut. Sungguh saya berharap bisa mengunjungi lebih banyak kawan-kawan lain di kota-kota lain namun waktu tak cukup banyak mengizinkan untuk itu. Dengan banyak catatan yang saya dapatkan dari perjalanan itu saya berharap suatu saat dapat melakukannya lagi dengan medium lain.

Buku Flip Da Skrip masih bisa didapatkan di Elevation Books atau distributornya, seperti Omuniuum, Kineruku di Bandung, Kedai Boekoe, Kios Ojo Keos, Lawless dan Aksara di Jakarta, C2O Surabaya, dan beberapa lainnya. Terimakasih juga bagi mereka yang menyempatkan menulis resensi dan membagikan tautannya;

Pop Hari Ini 
The Jakarta Post 
Lacrymosemedia 
manispahitmumet
Frekuensi Antara
DekadensiOtak
Spityard#1
Spityard#2

Salam.

Posted in: Uncategorized