Saat Run DMC Mengunjungi Bandung di 1995

Posted on March 27, 2015

7


rundmc

Di era 90an tak banyak grup luar yang datang ke Indonesia, terlebih grup hiphop. Bisa kalian hitung dengan jari. Namun jika memang banyak sekalipun, menonton pertunjukan grup musik luar negeri saat itupun adalah sesuatu yang sulit saya lakukan, karena faktor ekonomi tentunya, alias tak cukup punya duit untuk menontonnya. Misalnya saja, yang saya sangat sesalkan, saat Beastie Boys mampir di Jakarta tahun 1996 bersama Sonic Youth. Namun demikian saya cukup bersyukur sempat menyaksikan Run DMC saat mereka mampir di Indonesia, di dua kota; Jakarta dan Bandung pada tahun 1995.

Cukup mengejutkan bahwa tak banyak yang tahu mereka pernah mampir disini. Saya sendiri sudah lupa detail waktunya, tanggal dan bulan. Potongan karcis yang saya simpan entah kemana sekarang. Harga tiketnya jika tidak salah dua puluh lima ribu rupiah, agak sedikit mahal untuk ukuran saat itu. Di Jakarta sekalipun saya tak ingat mereka manggung di venue mana. Saya mencoba mencari informasinya di internet dan anehnya sama sekali tak menemukan apapun.

Yang saya ingat hanya detail-detail saat mereka manggung di Bandung, tepatnya di Bumi Sangkuriang di daerah Ciumbuleuit. Entah bulan apa, pertengahan tahun nampaknya, karena saat itu saya ingat pasti; rekan saya, Aszi, tak bisa menonton karena harus ikut ujian akhir SMA alias Ebtanas.

Tentu saja malam itu adalah satu malam yang sulit saya lupakan momennya. Sejak 1985, 10 tahun mendengar musik mereka baru kali itu akhirnya saya bisa menonton trio legenda ini manggung langsung.

Show di Jakarta sehari sebelumnya lebih besar dari yang ada di Bandung. Baik dari ukuran venue (sebuah TV swasta menyiarkan ulang show di Jakarta) maupun crowd yang datang.

Aula di Bumi Sangkuriang tak lebih besar dari ruang pub standar, mungkin hanya bisa menampung paling banyak 200 orang, dan malam itu mungkin hanya terisi setengahnya. Namun yang saya kagumi, Run, DMC dan JMJ bermain all out tak peduli seberapa banyak penonton yang datang. Mereka bermain di hadapan 100 orang fans seolah yang datang 100 kali lipatnya.

Dimulai dengan aksi solo Jam Master Jay berparade scratch, stab dan men-juggling breakbeats. Dengan panggung yang tingginya hanya kutang lebih 50 cm, show malam itu sungguh menyenangkan karena tak ada bouncer dan pagar pembatas yang menghalangi. Kami bisa menyaksikan aksi memukau Jam Master Jay dengan turntablenya dalam jarak yang sangat dekat. Tentu ini adalah poin penting, karena JMJ terkenal dengan aksi turntablist kahyangan, tak pernah memakai CD, DAT atau bahkan live band, hanya 2 turntable dan setumpuk piringan hitam. A real DJ.

Setelah sekitar 10 menit bersolo diatas beat Got to be Real milik Cheryl Lynn, mendadak beat berganti dengan breakbeats Funky Drummer James Brown, lalu muncul lah Run DMC dari belakang panggung. Saya masih ingat bagaimana Run berteriak “Whoooose hooouse?” untuk kemudian DMC memberikan mic pada penonton yang menimpali “Run’s House!!!”. Lagu pembuka album Tougher Than Leather tersebut membuka malam itu.

Mereka membawakan paling tidak 15 lagu dalam durasi satu jam setengah. Sepertiga setlist mereka didominasi lagu-lagu dari album ‘Down With The King’, maklum kala itu mereka sedang promosi album comeback mereka itu. Sisanya tentu saja mereka membawakan lagu lagu klasik mereka, dari ‘Sucka MCs’, ‘Rock Box’, ‘Mary Mary’, hingga ‘Beats to The Rhyme’ dan tentu saja ‘King of Rock’.

Mereka menutupnya dengan lagu ‘Down With the King’, saya ingat kanan kiri saya masih semangat hingga akhir lagu dengan rapalan lirik lagu itu di luar kepala. Sedikit insiden terjadi ketika salah satu penonton memegang kepala botak Run, dan ia terlihat cukup kesal. Malam itu saya membawa 4 kaset Run DMC, namun hanya sempat bertemu JMJ pasca show, jadi hanya dia menandatangani sampul album-album itu.

Beberapa detail lain agak sulit mengingatnya tanpa panduan foto, dan itulah masalahnya, tak seorang pun dari kami yang memiliki dokumentasinya hari ini. Saya telah menanyakan pada semua kawan yang saya ingat hadir malam itu dan hasilnya negatif. Satu-satunya kawan yang saya ingat membawa kamera telah meninggal dunia (RIP Lomo, we miss you). Bahkan sebuah radio swasta yang menjadi panitia acara itu pun tak lagi memilikinya, hilang entah kemana.

Bagimanapun sekali lagi, saya cukup beruntung bisa mengalami momen malam itu, bukan hanya karena Run DMC merupakan salah satu grup rap favorit saya, namun terlebih mengingat Jam Master Jay tewas ditembak 7 tahun kemudian di studionya di Queens, NY dan Run DMC tak akan pernah sama lagi.

DMC pada tahun 2009 kembali mengunjungi Jakarta bermain solo di festival Jakarta Soulnation. Album solonya yang buruk tak cukup menarik perhatian saya untuk datang melihatnya.

PS:

– Saya akan sangat berterimakasih Jika dari kalian ada yang memiliki dokumentasi gig ini dan berbagi disini. Apapun, visual atau audio.

– Versi digital mixtape tribute RUN DMC yang pernah saya buat bersama DJ-E masih bisa diunduh disini: RUN DMC Mixtape Tribute

BX3-M-BCAAAzbJw

Posted in: Uncategorized