Pada suatu malam seminggu kemarin Amenk berkunjung ke rumah dengan membawa Martabak Asin dan sebuah proposal. Entah kerasukan apa, dia meminta saya membuka pameran tunggalnya tanggal 24 Juni nanti. Tentu membuka pameran seni rupa dapat dimasukkan ke daftar list absurd dalam hidup saya, namun sebagai fans berat karya-karya nya saya akan melakukan apapun agar bisa […]
May 5, 2011
I Malam itu tampak terlalu cepat sepi saat saya memarkirkan motor di pinggir Bale-bale. Biasanya beberapa warga sudah berkumpul di taman bunga sebelah parkiran untuk bersiap ke kelas pengorganisiran komunitas di Bale Warga seperti kemarin-kemarin. Namun hanya terlihat Pak Adeng dan Pak Dade yang hadir, merokok di kursi bambu dengan raut wajah menunggu. Di kursi […]
April 29, 2011
“Some things should never change” - Quentin Tarantino Malam itu kami duduk-duduk di Balai Serba Guna sambil menyeduh kopi, menyetel lagu, makan nasi goreng, apapun untuk mengisi waktu luang menunggu beberapa kawan lain datang ke kelas pengorganisiran warga seperti biasa. (Seperti biasa disini dapat diartikan ngaret bertradisi yang sudah tidak aneh). Di sela-sela waktu seorang […]
April 4, 2011
Misteri sample apa yang dipakai Havoc dan Prodigy dalam lagu klasik mereka ini akhirnya terkuak setelah hampir 16 tahun, setelah seorang beatmaker bernama Bronco melakukan eksperimen sample dari tumpukan PH jadulnya.
March 13, 2011
“Lyssa Belum Tidur” adalah newsletter personal yang pernah saya buat tidak berkala dari kurun waktu 2003-2005. Berbentuk fotokopian yang saya simpan di beberapa tangkringan kawan. Ini kumpulan softkopi (pdf) untuk edisi 1 sampai 7. Sempat ada dua edisi lagi setelah ini, namun softcopy edisi 8/9 itu lenyap bersamaan dengan hancurnya hardisk saya di tahun 2006. […]
March 7, 2011
Catatan: Suatu hari tiga tahun lalu seorang kawan meminta saya untuk menulis soal Hiphop lokal untuk sebuah majalah tempat ia bekerja. Namun dengan sangat menyesal saya tidak bisa menulisnya. Saya berfikir dia meminta saya pada waktu yang salah (saat itu mungkin bisa disebut puncak kebosanan saya dengan hiphop, terlebih hiphop lokal). Akhirnya yang bisa saya […]
December 10, 2010
Setelah 4 minggu menyambi kerjaan harian dengan menelusuri dan memilah belantara 804 folder MP3, 68 CD dan 14 kaset (saya masih membeli kaset di awal 2000an), dengan ini saya tawarkan urutan 20 album hiphop terbaik yang pernah saya dengarkan di tahun 2000-2010. Semoga berguna bagi tiang pancang untuk berpegangan pada waktu-waktu sulit di 10 tahun ke-dua di millennium ini, dimana hidup akan lebih keras dan berbahaya serta hiphop lokal akan lebih menggelikan dan menyedihkan. Semoga tuhan senantiasa melindungi kita dari godaan album-album hiphop butut yang terkutuk. Amin.
October 3, 2010
Ini hari entah ke berapa Bandung di gas pol hujan tanpa henti. Seperti halnya pengendara motor jam 5-an lainnya di sekitar Dago saya tentu meneduh. Selain karena jas hujan saya entah hilang ke mana, hujan seperti ini terlalu cadas diterabas dengan jaket kulit di badan dan kacamata minus tak berfungsi tertutupi tetesan air menempel sebesar […]
July 10, 2010
Sebenarnya agak sulit memulai ini. Meresensi sebuah maha karya luar biasa yang merubah hidup saya 20 tahun yang lalu tanpa harus terjebak pada nostalgia dan glorifikasi berlebihan hingga tulisan tentang album sakral ini menjadi tidak lagi empiris. Tapi apa mau dikata, ini diperlukan, untuk menjaga objektifitas dari resensi […]
August 27, 2009
Ini tulisan yang sudah cukup lama ditulis, mungkin 7 atau 8 tahun yang lalu untuk sebuah zine yang urung saya buat. Namun setelah 10 tahun Company Flow membubarkan diri, rasanya ada sesuatu yang perlu dibagi perihal legacy mereka. Tak cukup dengan memutar debut luar biasa mereka “Funcrusher Plus” selama berhari-hari, saya membuat sebuah ilustrasi ‘End […]
June 16, 2009
“…selama ini saya tak pernah berjuang membela rakyat, yang saya lakukan adalah membela diri sendiri dan komunitas saya” - Wiji Thukul dalam sebuah wawancaranya Akan sangat dangkal jika melihat fenomena relevansi seni dan pergerakan sosial/politik dengan menjawabnya hanya pada wilayah ‘anti-korupsi’, pelanggaran HAM dan lingkungan seolah-olah wilayah itulah yang selama ini dimaksud sebagai ranah sosial […]
June 15, 2009
Kita sama-sama paham bahwa hari ini Che dan Lenin ada di tengah mall dalam beragam bentuk dari kaos katun hingga mug, punk rock masuk MTV dan menjadi bagian dari industri fashion, hiphop dijadikan alat dagang sirup instan, motor hingga celana kolor, bahkan agama sekalipun tak lebih dari sekedar marketing kit pelengkap kampanye beragam industri dan […]
April 16, 2009
“Larilah kawanku, ke dalam kesendirianmu! Kulihat kau jadi tuli oleh suara riuh orang-orang besar dan tersengat oleh orang-orang kecil. Hutan dan karang tahu benar bagaimana jadi membisu bersamamu. Jadilah engkau seperti pohon kembali, dengan tenang sepenuh hati ia menjulurkan dirinya ke laut. Dimana kesendirian berhenti, pasar pun mulai, mulai pula lah riuh rendah para aktor […]
February 25, 2009
llusion is all up in you, alternative must be more than this Biological? Chemical? Science says I’m pure physical Lower me to equality of dust with no destiny, Molecular structure If this all that I be, then humans weren’t killed in the holocaust, They’re just machines, reject void supplement, Man=rag equivalence Humanity is more complex […]
January 24, 2009
Sebelum Manic Street Preacher, Chumbawamba atau Zack Dela Rocha dkk masuk dengan sebuah konsep yang hampir mirip, ke dalam wilayah ‘khalayak’ (baca:pop), Scritti Politti menjejakkan kakinya dalam hiruk pikuk sebuah era kooptasi sepeninggal Sex Pistol dengan banyak sekali catatan menarik. Dibentuk tahun 1978 di Leeds, Inggris, sejak awal Scritti Politti merupakan kendaraan musikal sang vokalis/penulis […]
June 20, 2011
8