10 Album Hiphop Terbaik 2009

Posted on December 25, 2009

2


Jika dua tahun kemarin sempat diselamatkan El-P, Immortal Tech, Ill Bill atau Dalek yang menghasilkan masterpiece, lagi-lagi tahun ini menjadi tahun biasa-biasa saja untuk mendengarkan hiphop dengan antusias. Terutama setelah sempat hyped-up oleh satu single Rakim namun kecewa setengah mampus setelah mendengar album Seventh Seal-nya. Tapi bukan berarti tahun ini tanpa kejutan dan album bagus, sepuluh ini mewakili beberapa diantaranya yang memang tak begitu banyak.

1. DOOM – Born Like This
Bukan MF Doom jika tidak konvensional dan aneh. Tapi tentunya keanehan itu selalu brillian dan menginspirasi. Dan nampaknya hanya dia yang bisa seaneh itu namun tetap ‘street’ dan ‘raw’. Bayangkan saja, MC mana lagi yang bisa menggabungkan ‘Bukowski’ dan -maaf- ‘kulit kontol’ dalam satu cerita? Dalam album baru-nya setelah empat tahun absen ini, ia semakin mahir dalam wordplay khas DOOM dan dirajut dalam plot-plot fantasi liarnya. Sekali lagi DOOM sukses memperpanjang diskografi brillian-nya yang penuh dengan struktur semantik maut, makna ganda, metafor ala-mak-minta-ampun-anehnya yang dapat membuat Saussure bangga (atau mungkin garuk-garuk kepala) dan semuanya ditata di atas beat-beat yang pula jaraknya ribuan tahun cahaya dengan trend beat hiphop kekinian. For the sheer linguistic complexity, this is the best hiphop album in 2009.

2. KRS-One & Buckshot – Survival Skills
Berkolaborasi dengan Buckshot seorang veteran dari grup era keemasan hiphop- Black Moon, ini adalah bukti lainnya mengapa KRS-One menjadi legenda dalam hiphop. 14 lagu, no skits, no filler, no bullshit. Album ini adalah jawaban atas apa yang terjadi pada rima dan beat hiphop kekinian, Buckshot tanpa basa-basi; “Seems like you can’t sing or rap these days/ without Autotune in the back these days/ Well fuck that! I got somethin to say” dan dilanjutkan olah sang maestro KRS; “But we really here to talk about all the copies/ Cause when it comes to hip-hop, we the orthodoxy”. Namun jangan salah, dengan menyatakan diri mereka veteran bukan artinya album ini bersuara jadul atau anti-progresifitas, justru disini mereka mempertahankan nilai lama dengan memakai sederetan produser-produser baru yang mereka pikir cukup representatif mewakilinya; Black Milk, Ill Mind dan Marco polo diantaranya. Plus sederetan rapper tamu yang tampil tidak hanya sekedar ngopi dan bertamu; dari Immortal Technique, Pharoahe Monch, Talib Kweli, Slug hingga Rock Heltah Skeltah. Album ini seharusnya memang masuk kategori masterpiece, jika saja standar parameternya ditahun 2000an tidak diobrak-abrik El-P, Dalek, Ill Bill dan Immortal Tech.

3. La Coka Nostra – A Brand You Can Trust
Setelah bertahun-tahun merilis singel demi singel, mixtape, EP dan puluhan official bootleg, La Coka Nostra akhirnya merilis album full-length resmi yang banyak dinanti orang. Dan penantian itu nampaknya tidak sia-sia. Merepresentasikan sisa-sisa House of Pain, Non Phixion dan extended members dari Soul Assassin, Uncle Howie Posse, Psycho Realmz dan Special Teamz, ‘A Brand You Can Trust’ secara musikal bersuara persis seperti yang pernah diperkirakan; hiphop dengan sentuhan rock ala Cypress, HOP dan Non Phixion, maklum DJ Lethal, Alchemist dan DJ Muggs ada dibelakang meja produser/beatmaking album ini. Secara lirikal, album ini tak membuang-buang waktu untuk menegaskan manifesto ‘straight-for-the-jugular’ mereka, dengan topik melebar dari ‘thug-lyricism’ standar hingga isu politik dan ramalan-ujung-dunia ala Non Phixion. Secara general pula, album ini bisa dianggap window-display dari pendewasaan style masing-masing MC, terutama Ill Bill yang makin tajam, sarkastik dan violent, juga Everlast yang makin elegan dengan sentuhan vokal gaharnya yang bluesy terutama di lagu andalan mereka ‘Nuclear Medicinemen'; “Run get your guns, shoot George and his sons / We’re taking fortunes from all the fortunate ones / Straight Robin Hoods screaming ‘Fuck the law’ / And they planned 9-11, fuck what you saw.” Bahkan vokal tamu sekalipun merepresentasikan apa yang seharusnya mereka tampilkan, dari mulai Snoop Dogg, Q-Unique, Immortal Tech hingga Sick Jacken. Tentu ada beberapa momen yang tidak seharusnya, terutama di departemen beat dan tematik keseluruhan, tapi untuk sebuah debut album ini memenuhi ekspetasi apa yang didapatkan dari sebuah supergrup hiphop baru. Mari kita tunggu album mereka selanjutnya, semoga ditahun mendatang mereka menghasilkan album masterpiece.

4. Dalek – Gutter Tactics
Menurut saya ini album terburuk Dalek. Jika dari album ke album sebelumnya kalian akan mendengar perubahan yang signifikan, pada album ke-5 ini progresifitas Dalek melambat, memang agak sulit untuk membayangkan mereka bereksplorasi lebih gila lagi setelah melewati album ‘Absence’ yang fenomenal dan ultra-berisik kemudian ‘Abandoned Language’ yang lebih ambient dan atmosferik, persis seperti mendengarkan ‘Apocalypse 91′-nya Public Enemy pasca ‘Fear of the Black Planet’ dan ‘It Takes A Nation…’. Loh lalu mengapa pula ini masuk dalam deretan album terbaik? yah begitulah, bahkan dalam format terburuknya sekalipun duo New Jersey ini tetap bukan tandingan untuk para produser hiphop dekaden hari ini. Check singel; “Armed With Krylon”, “A Collection Of Miserable Thoughts Laced With” dan tentunya track “Gutter Tactics” yang memiliki break drumloop ter-maut tahun ini.

5. Q-Unique – Collabo Tapes Vol.2
Memang memalukan jika salah satu album terbaik genre ini datang dari sebuah mixtape, tapi ya ternyata memang kenyataannya, collabo tapes ini memiliki kekuatan dan syarat sebagai album bagus. Hadirnya guest rappers di album ini lantas tak bisa disalahkan, namanya juga collabo tapes, dari La Coka, Ill Bill, Sick Jacken, Dstroy, Rakaa (Dilated People), Immortal Tech hingga Sabac. Namun yang menjadi jaminan mutu album ini tetap lah Q-Unique sendiri. The man who claims “Hiphop needs me like i need guns in my waist/ like George Bush needs to get punched in his face”, tak pernah lolos dalam hal flow, kekuatan punchline, dan retorika gangsta-meets-radical politics yang dipelopori Ice Cube hampir dua dasawarsa lalu. Nampaknya janji Q-Unique untuk benar-benar merealisasikan janjinya merilis album beneran di 2010 semakin penasaran untuk ditunggu.

6. Edan – Echo Party
Edan namanya, cocok dengan makna dalam bahasa kita; sinting. Album ini mendisplay kegilaan sekuel dari dua album sebelumnya; membuat musik ekletik yang memberi tribute untuk old-school hiphop seraya memperkenalkan sound baru. 29 menit, non-stop, kalian akan mendengar obsesi Edan dalam mempertahankan sound Golden-Age Hiphop era 90an. Kekaguman yang hampir mirip saat mendengar Entroducing-nya DJ Shadow hadir pula disini, sungguh menakjubkan bagaimana ia mengkonstruksi album ini dari lagu-ke lagu, seolah ia mengurung diri dalam basement menahun dikelilingi ribuan piringan hitam jadul setelah menonton film Wild Style 40 hari 40 malam. This record is truly a straight-up B-boy shit.

7. Raekwon – Only Built 4 Cuban Linx II
Setelah 11 tahun merilis Cuban Linx I, Raekwon kembali dengan sekuel yang nyaris berkualitas sama dan menunjukkan pada generasi baru MC bagaimana melakukan sesuatu yang benar di jalan yang lurus dan masuk surga. Tentunya bagi Wu-Tang fanatics ini sebuah penantian yang cukup panjang, setelah kekecewaan bertubi mendengar album-album payah dari para alumnus Wu Tang. Dengan metafor aneh dan story-telling ajaib nya yang terkenal itu, sekali lagi, Raekwon membuat sebuah album vivid tentang kehidupan jalanan yang grimmy, dingin, violent dimana kalian akan merasakan vibe yang sama setelah menonton film-film Scorsese. Welcome back, Rae.

8. Slaughterhouse – s/t
Chemistry-nya terbentuk saat 4 MC fenomenal tampil bersama dalam sebuah lagu milik Joe Budden, dan nampaknya sebuah ide yang brilian ketika mereka kemudian memutuskan membuat album bersama. Kombinasi sempurna Joe Budden, Royce 5’9, Ortiz dan Crooked I seperti kalian pertama kali dahulu mendengar kombinasi Ice Cube, Ren, dan Dre (hmm, oke lah tambah Eazy-E) dalam NWA. This fearless foursome spittin venom back-to-back, dengan punchline yang level maut nya berada di level kombinasi Chino XL dan Rass Kass; “Bury niggaz with words, a cemetery linguist/ Most rappers are comedy gold / They like they boyfriend’s sodomy hole” atau “If you are what you eat, How come im not pussy?” atau “I disagreed with my shadow when he got on Twitter/ Don’t like being followed so I shot that nigga”. Album ini begitu solid sehingga bocoran single di internet, sebelum album ini rilis, tidak cukup maut untuk dimasukkan di album ini. Begitu mautnya secara lirikal, sehingga saya agak terlupakan bahwa beat yang mereka pakai pada dasarnya adalah beat hiphop trendy hari ini yang sebenarnya saya agak iritasi mendengarnya.

9. Mr. Lif – Heard It Today
Sebuah album konseptual lainnya dari Lif, masih sama dengan dua album sebelumnya yang menjadikan target pemerintah, media, institusi hukum sebagai objek pelecehan. Sedikit perbedaan hanya pada wilayah beat yang lebih soulful dan spacey di beberapa track. Setiap lagu diandaikan sebagai bab/episode dalam mengobrak-abrik struktur kekuasaan dan permasalahan sosial Amerika hari ini; perang, health-care dan kebrutalan polisi diantaranya. Bahkan ada satu track yang hanya berupa potongan interview seorang warga yang rumahnya digusur oleh pemerintah (kedengarannya familiar dan langsung mampir dibenak saya visual gerombolan tamtib coklat-coklat).

10. Mos Def – The Ecstatic
Album kembalinya Mos Def setelah payah bertahun-tahun kebanyakan main film dan jadi objek infotainment gak penting. Mighty Mos came back with a vengeance in 2009. Jika pada album-album sebelumnya ia terdengar seperti b-boy ABG yang kehabisan nafas mengejar-ngejar trend, kali ini ia mempercayakan departemen produksi pada insting hiphop bawah tanah dan pada orang yang tepat, Stones Throw’s beat-suppliers; the Brothers Jackson a.k.a Madlib dan Oh No. menghasilkan album multi-tekstur yang bersuara seunik kembalinya flow Mos Def dalam beragam mood; personal, politikal, kultural dan semakin saja membuat fans nya berharap ia kembali berduet dengan Talib Kweli, meresureksi Blackstar.

Honourable Mention:
Mayer Hawthorne – Strange Arrangement
Royce Da 5’9″ – Street Hop
Wu-Tang – Chamber Music
Eminem – Relapse
J Dilla – Jay Stay Paid

Tagged:
Posted in: Reviews